Minggu, 15 Februari 2009

Visi Kelautan Indonesia

LautbiruEkonomi Bahari

Visi

Visi merupakan cita-cita. Visi yang membuat hidup kita menjadi bertujuan karena punya suatu tujuan akhir yang diyakini dapat dicapai. Visi tidak berubah sampai cita-cita tersebut tercapai. Dari segi waktu, visi mempunyai batasan waktu yang sangat panjang.

Visi kolektif haruslah tertulis dengan jelas. Mengapa? Karena jika tertulis maka akan bisa menjadi panduan yang jelas dan tidak dapat diubah-ubah tanpa sepengetahuan orang-orang yang berkepentingan dan memiliki visi tersebut.

Visi harus bisa dihafal luar kepala. Mengapa? Karena visi itulah yang menjadi cita-cita akhir yang akan mendengung-dengung di benak dan sanubari kita baik secara alam sadar maupun bawah sadar yang akan mempengaruhi setiap pikiran dan tindakan yang kita lakukan waktu demi waktu.

Visi Bangsa Indonesia

Dimana kita bisa melihat Visi Bangsa Indonesia? Apakah pernah ditulis secara jelas?

Dalam pembukaan UUD 45 ditulis cita-cita besar para Pendiri Bangsa seperti dikutip sbb :

”…….mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

Jika itu adalah Visi Bangsa maka itulah yang harus kita yakini dan jadikan rujukan bersama baik dalam menentukan visi pribadi, visi organisasi, visi komunitas dan visi yang lain yang bertujuan mewujudkan Visi Bangsa tersebut.

Visi Kelautan Indonesia

Apa visi kelautan Indonesia? Kelautan adalah salah satu komponen dinamis bangsa yang juga harus jelas visinya. Visi Kelautan harus sejalan dan terkait erat dengan Visi Bangsa.

Bagaimana menentukan Visi Kelautan dan mengaitkannya dengan Visi Bangsa?

Indonesia mempunyai Dewan Kelautan Indonesia dan di webiste-nya (www.dekin.dkp.go.id) tertulis Visi Kelautan yaitu :

”Potensi laut dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan Prime Mover kekuatan bangsa untuk mempersatukan ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang harus dikuasai, dikendalikan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kedaulatan bangsa.”

Apakah itu sudah merupakan suatu cita-cita? Apakah itu sudah sejalan dengan Visi Bangsa? Apakah visi tersebut realistis? Apakah visi itu bisa dijabarkan sampai ke tataran action plan yang hasilnya terukur? Bagaimana cara menilainya?

Setelah Punya Visi Lalu Apa?

Suatu cita-cita saja tidaklah cukup. Kita harus menjabarkan cita-cita tersebut ke dalam langkah-langkah lanjutan yang akan mengarahkan setiap tindakan (action) kita nantinya. Langkah-langkah lanjutan tersebut adalah penjelasan lebih khusus mengenai bagaimana kita bisa mencapai visi tersebut. Disitulah ada istilah misi, goals, objectives, strategi dan taktik. Kesemua itu harus dijabarkan sejelas-jelasnya agar kita bisa melakukan pemantuan (monitoring) dan evaluasi atas langkah-langkah yang sudah dicapai dan sedang dilakukan menuju pencapaian visi. Penentuan parameter pencapaian sangatlah penting agar kita bisa sadar sudah sampai dimanakah kita berada, apakah sudah dalam jalur yang benar menuju visi, apa saja tantangannya, bagaimana langkah selanjutnya dll.

Kondisi-kondisi apa saja yang harus dipenuhi agar visi bisa tercapai? Untuk menelaah lebih lanjut cara penentuan dan pencapaian visi adalah salah satunya dengan proses perencanaan strategis (strategic planning).

Untuk informasi tentang strategic planning bisa didapatkan secara cuma-cuma di dunia maya seperti di www.managementhelp.org, www.planware.org/strategicplan.htm, www.nonprofitexpert.com/strategic_planning.htm, dll.

Proses vs Hasil

Dalam penentuan suatu Visi perlu intekasi yang intensif dari para stake holders dan harus dilakukan secara partisipatif. Apakah proses penentuan Visi bisa kita subkontrakkan ke pihak lain? Rasa-rasanya tidak bisa karena cita-cita haruslah timbul dari diri sendiri secara sadar dan tidak secara dipaksakan dari luar diri.

Dalam penentuan visi beserta langkah lanjutannya (strategic planning) itu, proses merupakan hal yang sangat berharga. Dalam proses itulah terjadi tukar pikiran, silang pendapat, pemetaan persepsi, dll yang nantinya bisa saling bertemu dan melebur menjadi suatu konsesus dan kesepakatan bersama yang bisa diterima oleh para stake holders yang ikut terlibat.

Jadi Visi yang berharga adalah Visi yang didapat dari suatu proses perencanaan partisipatif yang terstruktur yang salah satu bentuknya adalah proes strategic planning tersebut.

Kembali Lagi, Bagaimana dengan Visi Kelautan Indonesia?

Kembali lagi ke Visi Kelautan Indonesia, apakah bangsa kita sudah punya Visi Kelautan yang benar-benar timbul dari diri bangsa kita semua? Apakah visi kelautan Dewan Kelautan Indonesia sudah merupakan visi kelautan bangsa yang kita yakini? Haruskah kita menyusun ulang Visi Kelautan?

Sumber :http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/10/16/visi-kelautan-indonesia/