Sabtu, 21 Februari 2009

Electrofish


Electrofish alat pancing electronik yang berfungsi sebagai pemanggil ikan.

Bila kutub-kutub positif dan negatif kabelnya dicelupkan ke air, akan
mengeluarkan signal listrik seperti signal yang dipancarkan oleh ikan-ikan
yang terluka.

Signal ini akan merambat dalam air laut sampai jauh, mencapai radius +/- 10 km
dan akan merangsang ikan-ikan predator datang mendekat.

Makin besar ikannya makin jauh dia bisa mendeteksi signal ini.
(seperti antene parabola, makin besar parabolanya makin jauh signal
yang ditangkap).


Signal Electrofish

Memancing dengan electrofish cukup praktis, begitu electrofish dicelup
kedalam air maka langsung bekerja memancarkan signal electronik
seperti signal ikan terluka, merangsang ikan-ikan predator datang mendekat.

Baterai internal yang terpasang dalam electrofish mampu mengoperasikan
alat ini hingga masa pemakaian antara 400 jam sampai 600 jam. Electrofish
model NL 03 pemakaian 3000 jam dan dapat dicharge kembali.

Electrofish dipakai untuk memanggil ikan waktu mancing dasar maupun
troling dan longline, jala dan bagan.
Signal Electrofish pada Ikan

Semua Mahluk hidup menghasilkan signal listrik yang sangat kecil melalui
gerakan otot-ototnya.

Signal listrik ini dapat dilihat dari gerakan jantung kita pada waktu pemeriksaan jantung dengan menggunakan electrocardiogram (ECG) di rumah sakit.

Mahluk yang hidup didarat, signal listriknya tidak dapat merambat keluar dari
tubuh karena udara bukan penghantar listrik.

Lain halnya dengan mahluk hidup yang hidup di air, terutama didalam laut,
karena air laut adalah penghantar listrik yang baik. Maka signal listrik yang dihasilkan otot-otot ikan dapat merambat sampai jauh.

Walaupun sangat kecil, signal ini masih dapat dideteksi oleh ikan lain yang mempunyai sensor electronik yang sangat sensitif.


Sensor Electrofish

Pada beberapa kelompok ikan, termasuk ikan hiu, dan ikan predator lainnya
seperti ikan tuna, layaran, barakuda, kakap dan lain-lain, mempunyai sensor electronik, yang berfungsi sebagai panca indra ke enam, sehingga mereka
mampu mendeteksi signal listrik yang dikeluarkan oleh ikan lain sebagai
mangsanya.

Sensor electronik ikan-ikan ini sangat sensitif, bisa mendeteksi signal listrik
sampai seper 10 juta volt/cm.

Pada ikan hiu sensor electronik ini didepan moncongnya dekat mulut berupa
titik-titik saraf yang dikenal sebagai ampullae of lorenzini.

Pada ikan predator lainnya sensornya ada pada sisi sepanjang badannya.
Hal ini dapat dilihat pada tingkah laku kumpulan ikan-ikan kecil yang bergerak kesana kemari bersama-sama sangat cepat.


Signal Listrik Ikan Terluka

Dalam Komunitas ikan-ikan dalam laut yang demikian banyak jenisnya, masing-masing ikan mempunyai cara sendiri-sendiri untuk melindungi dirinya agar tidak dimangsa.

Ikan yang kecil biasanya lebih lincah dan cepat, yang lain punya kemampuan kamulfase, sehingga mencari mangsa diantara ikan-ikan yang demikian banyak tidaklah mudah.

Apabila ada ikan yang terluka, sangat merangsang ikan-ikan lain untuk memangsanya baik sesama jenis maupun jenis lain.

Ikan yang terluka dan kesakitan akan meliuk-liukan badannya sambil
mengeluarkan signal listrik. Signal ini sangat merangsang ikan-ikan predator
datang, karena ikan yang terluka tidak dapat melarikan diri. Para nelayan dan pemancing sangat kenal dengan gejala ini sehingga mereka suka memakai
umpan ikan hidup kalau memancing.