Sabtu, 11 Februari 2017

Mengenal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah

Berkat keterpaduan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Serta Pepres Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Perpres Nomor 35 Tahun 2011, Perpres Nomor 70 Tahun 2012 serta Perpres Nomor 172 tahun 2014 yang baru diundangkan sejak tanggl 1 Desember 2014 lalu. (Baca : Perubahan Ketiga Atas Perpres 54 Tahun 2010). Diawal Tahun 2015 ini Presiden Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Penjelasannya telah diundangkan pada Tanggal 16 Januari 2015. Dan Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Maka sekarang sudah ada SIRUP / Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan , portal ini ditayangkan oleh LKPP / Lembaga Kebijakan Barang/ Jasa Pemerintah yang mendapatkan input upload dari masing masing SKPD yang fungsinya memberitahukan kepada seluruh Masyarakat di Indonesia untuk mengetahui proyek apa saja yang akan dilaksanakan di setiap instansi Pemerintah baik di Pusat maupun Daerah dalam rangka bagi rekanan atau masyarakat untuk mengetahui berapa besaran pagu proyek serta lokasi pekerjaan hal ini untuk memudahkan setiap masyarakat mempunyai hak akses informasi baik untuk kepentingan persiapan mengikut Lelang maupun keikutsertaan masyarakat dalam pengawasan proyek karena proyek pemerintah salah satu sumber pembiayaan dari penerimaan pajak dari masyarakat .
Berikut copy link tersebut dari SIRUP : https://sirup.lkpp.go.id/sirup/home/rekapitulasiindex

Minggu, 10 Juli 2016

Penerapan Teknologi Informasi Dalam Rangka Efisiensi Komunikasi Bisnis

Masih ingatkah di era th 1970 an ? betapa kerja kerasnya seorang marketing suatu produk ataupun perusahaan dalam memasarkan suatu produk atau memperkenalkan jasa perusahaan dengan keterbatasan komunikasi , jaman itu media yang bisa digunakan untuk memperkenalkan suatu produk yaitu media cetak dengan keterbatasan penyebarannya untuk sampai ke kabupaten se Indonesia apalagi ke kecamatan atau ke desa , hanya stasiun radio yang bisa menjangkau sampai ke desa walaupun dengan kwalitas gelombang Medium Wave dan Short Wave dengan khas nya amplitudo modulasi yang kadang kadang bisa kedengar jelas kadang kadang tidak karena gelombang tersebut dipantulkan ke atmosfir sehingga hasilnya sesuai kwalitas atmosfir dan sebagian kota besar yang ada stasiun relay TVRI gambar hitam putih , masing masing media komunikasi bisnis tersebut tidak lain satu arah komunikasi , khalayak cuma menerima sepihak , sehingga umpan balik dari khalayak terhadap produk dan jasa tersebut tidak bisa walaupun bisa khalayak harus datang ke tempat pemasangan iklan di media atau harus datang ke perusahaan ataupun ke pabrik dari produk tersebut
Seiring waktu dengan adanya teknologi satelit sehingga telpon yang tadinya lokal bisa digunakan interlokal disini komunikasi bisnis mulai terbentuk dua arah antara penjual dan pembeli saling berinteraksi walaupun cuma suara tetapi sudah sangat membantu , dalam komunikasi bisnis melalui telpon ini biasanya penjual produk dan jasa akan mengirim brosur melalui jasa pengiriman untuk menindaklanjuti dari spesifikasi produk lewat telpon , seiring waktu teknologi Faximile dan video phone di era th 1980 an sangat membantu dalam komunikasi bisnis , di era 90 dengan berkembangnya pager , hanphone pada akhir th 90 disinilah cikal bakal teknologi informasi digenggaman anda
Berbahagialah yang menjadi marketing suatu produk dan jasa suatu perusahaan di era sekarang berbagai pilihan media komunikasi bisnis , mulai dari media cetak yang sudah bisa menjangkau sampai ke desa ,media elektronik televisi warna hampir setiap propinsi sudah ada, stasiun radio FM hampir di setiap kabupaten sudah ada , hampir setiap pelosok desa sudah ada tower Gsm yang bisa diikuti data internet , disinilah peran teknologi informasi luar biasa dalam mendukung efisiensi komunikasi bisnis , kalau dulu peran komunikasi bisnis hampir di dominasi oleh warga yang di kota menjual ke daerah di era sekarang tidak menutup kemungkinan di mana saja berada seorang marketing yang di desa bisa mengendalikan pasar nya di ibukota ini berkat teknologi informasi dengan puluhan aplikasi seperti website , blog, media sosial Facebook ,twitter,line, Instagram, Youtube Linkedin serta aplikasi pengirim dan penerima data seperti email, WA dan telegram serta aplikasi lain cukup dengan gadget ditangan anda komunikasi bisnis bisa dilakukan sehingga dapat memangkas biaya operasional untuk menempuh jarak dan waktu dalam rangka mempromosikan serta menjual produk dan jasa
Setiap aplikasi teknologi informasi mempunyai pangsa pasar yang berbeda serta kelebihan dan kekurangan dari setiap konten menjadi tantangan bagi marketing sekarang
Berikut sekedar album Blogger dalam rangka mengaplikasikan teknologi informasi dalam rangka efisiensi komunikasi bisnis walaupun tinggal di daerah akan tetapi tidak terlalu ketinggalan dengan yang berada di ibukota

Minggu, 01 Mei 2016

Tahapan Perizinan Pendirian Lembaga Penyiaran Swasta

Dulu disebut Radio Swasta Niaga jaman sekarang berubah menjadi Lembaga Penyiaran Swasta
Pertama tama kalau kita akan mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta yang harus kita lakukan yaitu melihat pemetaan Frekwensi yang ada di daerah kita masih ada tidak , kalau tidak jelas dengan Pemetaan Kanal Frekwensi ini dipersilahkan konsultasi dulu ke Balai Monitoring Frekwensi dan Orbit Satelit biasanya setiap Propinsi ada Balai ini , kalau masih ada plotan frekwensi ini biasanya di kanal FM saat ini maka lanjutkan dengan tahapan berikutnya akan tetapi kalau tidak ada maka tidak usah berniat mempunyai Lembaga Penyiaran Swasta karena tanpa ada Frekwensi yang tersedia tdk mungkin akan mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta kecuali akuisisi dengan Lembaga Penyiaran Swasta yang sudah ada
Apabila kanal Frekwensi masih tersedia maka lakukanlah segera mendirikan Perseroan Terbatas atau PT ke Notaris sampai mendapatkan pengesahan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Ham dan Undang Undang
Setelah Perseroan Terbatas disahkan Menkumham maka uruslah segera SIUP HO TDP NPWP perusahaan setelah itu ajukan surat permohonan mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) di setiap Propinsi biasanya ada dan di tembuskan ke Balai Monitoring Frekwensi Radio dan Orbit Satelit , setelah itu biasanya KPID akan mengecek kelengkapan surat menyurat untuk rencana tersebut yang sudah dilampiri spek peralatan studio , kantor dan pemancar termasuk tower , setelah itu KPID akan memanggil untuk Forum Rembug Bersama ( FRB ) setelah itu Evaluasi Dengar Pendapat ( EDP ) setelah proses itu maka KPID akan membuat Rekomendasi Kelayakan ke KPI Pusat dan diteruskan usulan untuk penerbitan izin prinsip penyiaran sementara dan penerbitan ISR ( izin stasiun Radio ) dari Kementrian Kominfo
Biasanya izin prinsip siaran sementara berlaku 6 bulan dan bisa diperpanjang 1 kali yaitu 6 bulan apabila belum siap uji coba siaran
Apa yang harus kita lakukan setelah IPP sementara keluar dan ISR keluar ? tentu segeralah kita membangun Studio dan Pemancar termasuk tower , untuk urusan pembangunan tower diwajibkan ada IMB Tower dan untuk Kantor dan studio harus ada IMB nya juga serta untuk peralatan pemancar diwajibkan yang sudah mempunyai sertifikasi peralatan
Sekarang Lembaga Penyiaran Swasta sudah bisa ON AIR dan sebelum masa akhir uji coba siaran biasanya KPID akan memanggil untuk EUCS atau evaluasi uji coba siaran , setelah lolos dari EUCS maka KPID dan Balmon serta tim penguji dari Kominfo Pusat dan KPI atau Komisi Penyiaran Indonesia akan merekomendasikan kepada Menteri Kominfo untuk menerbitkan IPP tetap
Demikan sekilas tahapan perizinan lembaga penyiaran swasta apabila membutuhkan konsultasi perizinan diatas bisa menghubungi di email atau WA
Tulisan ini berdasrkan pengalaman untuk mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta di Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu PT Radio Surya Mitra Swara ( MITRA FM 101.3 Mhz ) www.mitrafmonline.com