Minggu, 10 Juli 2016

Penerapan Teknologi Informasi Dalam Rangka Efisiensi Komunikasi Bisnis

Masih ingatkah di era th 1970 an ? betapa kerja kerasnya seorang marketing suatu produk ataupun perusahaan dalam memasarkan suatu produk atau memperkenalkan jasa perusahaan dengan keterbatasan komunikasi , jaman itu media yang bisa digunakan untuk memperkenalkan suatu produk yaitu media cetak dengan keterbatasan penyebarannya untuk sampai ke kabupaten se Indonesia apalagi ke kecamatan atau ke desa , hanya stasiun radio yang bisa menjangkau sampai ke desa walaupun dengan kwalitas gelombang Medium Wave dan Short Wave dengan khas nya amplitudo modulasi yang kadang kadang bisa kedengar jelas kadang kadang tidak karena gelombang tersebut dipantulkan ke atmosfir sehingga hasilnya sesuai kwalitas atmosfir dan sebagian kota besar yang ada stasiun relay TVRI gambar hitam putih , masing masing media komunikasi bisnis tersebut tidak lain satu arah komunikasi , khalayak cuma menerima sepihak , sehingga umpan balik dari khalayak terhadap produk dan jasa tersebut tidak bisa walaupun bisa khalayak harus datang ke tempat pemasangan iklan di media atau harus datang ke perusahaan ataupun ke pabrik dari produk tersebut
Seiring waktu dengan adanya teknologi satelit sehingga telpon yang tadinya lokal bisa digunakan interlokal disini komunikasi bisnis mulai terbentuk dua arah antara penjual dan pembeli saling berinteraksi walaupun cuma suara tetapi sudah sangat membantu , dalam komunikasi bisnis melalui telpon ini biasanya penjual produk dan jasa akan mengirim brosur melalui jasa pengiriman untuk menindaklanjuti dari spesifikasi produk lewat telpon , seiring waktu teknologi Faximile dan video phone di era th 1980 an sangat membantu dalam komunikasi bisnis , di era 90 dengan berkembangnya pager , hanphone pada akhir th 90 disinilah cikal bakal teknologi informasi digenggaman anda
Berbahagialah yang menjadi marketing suatu produk dan jasa suatu perusahaan di era sekarang berbagai pilihan media komunikasi bisnis , mulai dari media cetak yang sudah bisa menjangkau sampai ke desa ,media elektronik televisi warna hampir setiap propinsi sudah ada, stasiun radio FM hampir di setiap kabupaten sudah ada , hampir setiap pelosok desa sudah ada tower Gsm yang bisa diikuti data internet , disinilah peran teknologi informasi luar biasa dalam mendukung efisiensi komunikasi bisnis , kalau dulu peran komunikasi bisnis hampir di dominasi oleh warga yang di kota menjual ke daerah di era sekarang tidak menutup kemungkinan di mana saja berada seorang marketing yang di desa bisa mengendalikan pasar nya di ibukota ini berkat teknologi informasi dengan puluhan aplikasi seperti website , blog, media sosial Facebook ,twitter,line, Instagram, Youtube Linkedin serta aplikasi pengirim dan penerima data seperti email, WA dan telegram serta aplikasi lain cukup dengan gadget ditangan anda komunikasi bisnis bisa dilakukan sehingga dapat memangkas biaya operasional untuk menempuh jarak dan waktu dalam rangka mempromosikan serta menjual produk dan jasa
Setiap aplikasi teknologi informasi mempunyai pangsa pasar yang berbeda serta kelebihan dan kekurangan dari setiap konten menjadi tantangan bagi marketing sekarang Rasito Bengkulu Selatan

Create Your Badge

Minggu, 01 Mei 2016

Tahapan Perizinan Pendirian Lembaga Penyiaran Swasta

Dulu disebut Radio Swasta Niaga jaman sekarang berubah menjadi Lembaga Penyiaran Swasta
Pertama tama kalau kita akan mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta yang harus kita lakukan yaitu melihat pemetaan Frekwensi yang ada di daerah kita masih ada tidak , kalau tidak jelas dengan Pemetaan Kanal Frekwensi ini dipersilahkan konsultasi dulu ke Balai Monitoring Frekwensi dan Orbit Satelit biasanya setiap Propinsi ada Balai ini , kalau masih ada plotan frekwensi ini biasanya di kanal FM saat ini maka lanjutkan dengan tahapan berikutnya akan tetapi kalau tidak ada maka tidak usah berniat mempunyai Lembaga Penyiaran Swasta karena tanpa ada Frekwensi yang tersedia tdk mungkin akan mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta kecuali akuisisi dengan Lembaga Penyiaran Swasta yang sudah ada
Apabila kanal Frekwensi masih tersedia maka lakukanlah segera mendirikan Perseroan Terbatas atau PT ke Notaris sampai mendapatkan pengesahan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Ham dan Undang Undang
Setelah Perseroan Terbatas disahkan Menkumham maka uruslah segera SIUP HO TDP NPWP perusahaan setelah itu ajukan surat permohonan mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) di setiap Propinsi biasanya ada dan di tembuskan ke Balai Monitoring Frekwensi Radio dan Orbit Satelit , setelah itu biasanya KPID akan mengecek kelengkapan surat menyurat untuk rencana tersebut yang sudah dilampiri spek peralatan studio , kantor dan pemancar termasuk tower , setelah itu KPID akan memanggil untuk Forum Rembug Bersama ( FRB ) setelah itu Evaluasi Dengar Pendapat ( EDP ) setelah proses itu maka KPID akan membuat Rekomendasi Kelayakan ke KPI Pusat dan diteruskan usulan untuk penerbitan izin prinsip penyiaran sementara dan penerbitan ISR ( izin stasiun Radio ) dari Kementrian Kominfo
Biasanya izin prinsip siaran sementara berlaku 6 bulan dan bisa diperpanjang 1 kali yaitu 6 bulan apabila belum siap uji coba siaran
Apa yang harus kita lakukan setelah IPP sementara keluar dan ISR keluar ? tentu segeralah kita membangun Studio dan Pemancar termasuk tower , untuk urusan pembangunan tower diwajibkan ada IMB Tower dan untuk Kantor dan studio harus ada IMB nya juga serta untuk peralatan pemancar diwajibkan yang sudah mempunyai sertifikasi peralatan
Sekarang Lembaga Penyiaran Swasta sudah bisa ON AIR dan sebelum masa akhir uji coba siaran biasanya KPID akan memanggil untuk EUCS atau evaluasi uji coba siaran , setelah lolos dari EUCS maka KPID dan Balmon serta tim penguji dari Kominfo Pusat dan KPI atau Komisi Penyiaran Indonesia akan merekomendasikan kepada Menteri Kominfo untuk menerbitkan IPP tetap
Demikan sekilas tahapan perizinan lembaga penyiaran swasta apabila membutuhkan konsultasi perizinan diatas bisa menghubungi di email atau WA
Tulisan ini berdasrkan pengalaman untuk mendirikan Lembaga Penyiaran Swasta di Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu PT Radio Surya Mitra Swara ( MITRA FM 101.3 Mhz ) www.mitrafmonline.com

Selasa, 29 Maret 2016

Panduan Untuk Mendapatkan Pembiayaan Investor Luar Negeri , Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Berikut ini panduan untuk mendapatkan pembiayaan Investor Luar Negeri , Proyek Investasi jangka Pendek dan Jangka Panjang
INVESTASI JANGKA PENDEK ( Perumahan , Hotel , Pabrik, Terminal ,Tangki dll )
1.Durasi 2 tahun s/d 3 tahun
2.Anggaran diatas 10 Juta USD ($)
3.Tanah /Lahan Sudah dibebaskan /disiapkan
4.Perizinan termasuk IMB Sudah disiapkan
5.Pra F/S , F/S , DED telah disiapkan
6.Kontrak dengan Pelanggan telah disiapkan / Jaminan Pembelian
INVESTASI JANGKA PANJANG ( PLTMH , PLTA , PLT Biomassa )
1.Durasi 15 s/d 20 tahun
2. Kapasitas Daya
- PLTA Antara 11 Mw S/d 30 MW
- PLTMH Minimal 5 MW Maksimal 10 Mw
- PLT Biomassa Minimal 5 MW Maksimal 10 Mw
3.Anggaran biaya diatas 10 juta USD ($)
4.Lahan sudah dibebaskan / disiapkan
5.Perizinan telah disiapkan
6.Pra F/S , F/S, DED telah disiapkan
7.AMDAL atau UKL/UPL telah disiapkan
8.PPA dengan PLN telah disiapkan
9.Analiasa keuangan
- BEP : dalam waktu 10 tahun maksimal termasuk konstruksi
- IRR : lebih dari 10 %
Apabila persyaratan sudah terpenuhi diatas dan memerlukan investor dengan senang hati kami bantu tanpa ada dana apapun dimuka dan dari Investor Korea sudah menunggu
Untuk Konsultasi dipersilahkan Hubungi :
Contact Person : Rasito S.Ikom .WA +62 89622492407 e-Mail: rasito.rbs@gmail.com

Minggu, 28 Februari 2016

Welcome Investors in Indonesia

We invite all investors everywhere to help build infrastructure projects and renewable energy in Indonesia with a system for mutually beneficial results such as integrated industrial park, the Mini Hydro and others with Break Event Point between 3 to 5 years, for investors who are interested in investing in Indonesia and need information purely private investment projects we are ready to help you

Minggu, 13 April 2014

Merakit Sendiri STL Link untuk Transmitter Radio FM

Berkat aplikasi teknologi IT yang berkembang saat ini sangat berpengaruh terhadap efisiensi kebutuhan Radio Pancar Ulang , Transmitter FM , sebagai gambaran kalau kita beli STL Link Audio Yang sudah jadi biasanya harga mulai 39 juta rupiah sampai 65 juta rupiah , bagaimana mensiasati supaya kwalitas audio tidak kalah dengan STL Link yang sudah jadi tapi harganya terjangkau dengan radio pemancar FM di daerah, maklum iklan Radio di Derah tidak sebesar di Ibukota penulis akan berbagi pengalaman sbb :
STL Link pabrikan biasanya bekerja pada kisaran frekwensi 200 Mhz, 300 Mhz , serta 400 Mhz dan ada juga di Frek 2.4 Ghz khusus yang bekerja 2.4 Ghz biasanya memakai remotnya komputer
Untuk mencari peralatan STL Link yang terjangkau penulis mencoba membuat aplikasi STL Link 2.4 Ghz tanpa remote komputer , bahan bahan yang dibutuhkan yaitu :
1. Wireless Pont to Point Frekwensi 2.4 Ghz cari dipasaran yang up 3 Km s/d 50 km sesuai kebutuhan jarak studio dengan pemancar dan tanyakan pada penjual cari Perangkat yang sudah terdaftar ID sertifakat postel supaya kita tidak susah pada saat urus ISR
2. Converter/ adapter alat merubah dari data ke audio dan dari audio ke data biasanya dihubungkan Ke LAN pada Poin to Pont
Dengan teknologi diatas maka biaya yang dikeluarkan menghemat seperempat dari harga STL Link yang Pabrikan
Photo dibawah ini Pada Saat Penulis merakit STL Link 2.4 Ghz tanpa remote Komputer untuk salah satu Radio FM di Daerah